Jumat, 13 April 2012

Mau Jago Nyetir Mobil, Ikuti Cara Ini


Diperlukan ketelitian dan keterampilan khusus.


Ford Motor Indonesia (FMI), mengadakan pelatihan untuk menguasai teknik dan keterampilan mengemudi yang aman dengan program Ford Driving Skills for Life (DSFL) di Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat 2012.

Tujuan dari program yang dirancang Ford ini sebagai standar Corporate Social Responsibilitt (CSR) Ford di seluruh negara Asia Pasifik dan Afrika.

Derek Kirkby, trainer Ford DFSL dari Afrika Selatan yang memiliki pengalaman melatih 19 tahun, membagi tips jitu sebelum dan saat mengemudi yang baik dengan mengutamakan keselamatan:

1. Kenakan sabuk pengaman sepanjang waktu
Sebelum menyalakan mesin, kenakan sabuk pengaman. Desaklah juga penumpang menggunakan sabuk pengaman. Dengan sabuk pengamanan tentunya dapat menghindari kemungkinan luka serius atau kematian.

2. Sesuaikan kaca spion belakang dan samping
Sebelum menyalakan mesin, sesuaikan kaca spion belakang dan samping pada sudut yang tepat untuk memaksimalkan jangkauan penglihatan, pandangan keluar melalui jendela belakang dan sepanjang sisi kendaraan harus jelas dan tidak terhalang.

3. Mengemudi dengan tenang sambil mengantisipasi situasi lalu lintas
Menghindari rangkaian percepatan dengan pengereman secara konstan, berpindah jalur lebih awal ketika mendekati halangan, selalu gunakan sinyal belok kiri atau kanan (lampu sein), secara mulus setarakan perbedaan kecepatan, berikan kendaraan lain untuk mendahului, menjadi pengemudi sopan kepada pengemudi lain.

4. Hindari gangguan saat mengemudi
Semakin banyak gangguan dapat meningkatkan risiko tabrakan. Mengemudi menuntut perhatian penuh, gangguan mencakup menyesuaikan radio, berbicara di telepon genggam atau penumpang lain yang dapat mengalihkan perhatian dari jalan raya.

5. Pertahankan jarak aman 3 detik antar kendaraan
Dengan jarak aman antara kendaraan di depannya, mengantisipasi kendaraan tersebut berhenti secara mendadak. Jika cuaca buruk dan penglihatan berkurang khususnya hujan deras, tingkatkan interval waktu hingga 6 detik.

6. Gigi tinggi atau kecepatan mesin rendah (rpm)
Pengemudi melakukan perpindahan gigi tertinggi dengan perpindahan kecepatan mesin mencapai 2.000-2.500 rpm.

7. Gunakan momentum kendaraan dan energi terbangun
Lepaskan kaki dari pedal gas lebih awal saat mendekati lampu merah, sebelum berubah arah, mendekati persimpangan, dan mendekati rambu berhenti.

8. Matikan mesin secara selektif
Bila ingin berhenti dan diam selama lebih dari 20 detik, sebaiknya matikan mesin. Misalnya dalam situasi ketika mengisi dan membongkar muatan, di lampu merah, dalam kemacetan, pada gerbang tertutup (penyeberangan rel kereta api).

Sebagai catatan konsumsi bahan bakar saat idling selama 3 menit sama dengan mengemudi dengan jarak 1 km dalam kecepatan 50 km/jam.

9. Tekanan ban cukup
Tekanan ban yang benar memberikan penghematan bahan bakar 1-3 persen, 0,3 bar di bawah tekanan ban optimal dapat meningkatkan hambatan roll resistance hingga 10 persen. Ban dapat kehilangan setengah dari tekanan udara tanpa menjadi datar.

10. Singkirkan beban di bagasi
Hindari beban yang tidak diperlukan dari tempat penyimpanan barang (trunk/boot), Dengan memindahkan barang dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar lebih baik dan keselamatan.
Dengan program DFSL, diharapkan mampu membantu mengurangi jumlah korban meninggal dunia di Indonesia. Pada tahun 2011 dilaporkan telah terjadi lebih dari 106 ribu kecelakaan lalu lintas dan 30 ribu telah meninggal dunia. (umi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar